You are currently viewing Tanaman Herbal Organik dalam Pot

Tanaman Herbal Organik dalam Pot

Fungsi tanaman herbal ada tiga, yaitu: sebagai tanaman hias, tanaman obat dan sayur.  Manfaatkanlah fungsi tanaman herbal tersebut, sesuai jenisnya, sesuai kebutuhan.  Jika anda memiliki lahan yang sempit, menanam tanaman herbal di dalam pot adalah pilihan yang tepat.  Ukuran pot disesuaikan dengan besar/ kecilnya tanaman.  Pada saat perbanyakan/ pembibitan tanaman bisa digunakan pot kecil-sedang.  Setelah tanaman menjadi besar bisa dipindahkan ke dalam pot berukuran yang lebih besar.  Pot tanaman bisa mengunakan kaleng, ember bekas, galon cet, galon air, galon bekas, yang bagian bawahnya dilubangi untuk aerasi.  Pot-pot baru dari bahan plastik, semen, atau gerabah bisa digunakan.  Pot-pot yang sudah ditanami tanaman herbal disusun sedemikian rupa, bisa dijejer bertingkat di atas rak, atau digantung, sesuai tempat dan estetika kebun anda.

Saya berikan beberapa contoh tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai sayur, misalnya: sereh, suladri, cabe, daun katu, merica  pendek, ketumbar, lengkuas, jahe, kunyit, kencur, pandan harum, beluntas, lidah buaya, kenikir, kemangi, terong, kelor dll.   Tanaman perdu yang bisa dimakan daunnya untuk lalapan sesuai kebiasaan orang lokal memakannya bisa ditanaman di dalam pot.  Beberapa jenis tanaman sayur herbal itu juga bisa digunakan sebagai obat untuk kebutuhan rumah tangga, seperti sereh, jahe, kunyit untuk minuman herbal.

Media tanam di dalam pot digunakan tanah yang dicampur dengan pupuk organik (Bokashi) dari kotoran ternak sapi/ ayam/ kambing, yang dicampur/ disiram dengan EM.  Pemupukan bisa diulang/ ditambahkan pada pot bagian atasnya, dengan menggemburkan tanahnya terlebih dahulu, sebanyak dua-tiga genggam.  Jika tanamannya terlalu besar, akarnya akan memenuhi pot, maka perlu dilakukan pemindahan tanaman ke dalam pot yang lebih besar, dengan memotong akar-akarnya yang tua, dan jika tanaman berkembang biak dengan anakan, maka anakannya bisa dipisahkan dan ditanam menjadi beberapa pot.  Penambahan pupuk organik secara berkala, setiap bulan, penyiraman air, dan penyiraman pupuk cair EM adalah kunci keberhasilan berkebun herbal organik.  Letakkan tanaman dalam pot sesuai kebutuhan sinarnya, apakah di tempat teduh atau sinar banyak.  Jika tanaman terserang penyakit atau hama, semprotkanlah pestisida organik dari campuran EM dan tanaman herbal ke bagian tanaman yang terserang.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan