You are currently viewing Budidaya Ikan Lele dalam Tangki air

Budidaya Ikan Lele dalam Tangki air

Jika anda tertarik dengan budidaya ikan lele dalam pekarangan/ lahan yang terbatas, anda bisa mempergunakan tangki air yang dipotong setengahnya.  Tangki air bekas/ baru yang digunakan berukuran 500ml-1000 ml.  Tangki air dipotong setengahnya.   Bagian atas tangki yang ada tutupnya bisa ditutup dan direkatkan dengan lem, agar airnya tidak merembes keluar.  Tangki air bagian dasar diletakkan tegak dan yang tertutup diletakkan terbalik.  Anda bisa mendapatkan dua kolam kecil, yang bagian dasarnya dihubungkan dengan pipa. Di atas tangki diletakkan saringan air untuk menjernihkan air dengan teknik penyaringan dan pengendapan.  Air dimasukkan ke dalam tangki sebanyak tiga per empat bagian.  EM4 dimasukkan ke dalam air sebanyak 100 ml per 1000 liter air, setiap minggu sekali.  Biarkan air mengalir dalam penyaringan selama beberapa jam, kemudian dimasukkan bibit ikan lele.

Di tempat saringan air diletakkan bahan penyaringan di dalam kotak saringan secara terpisah: filter spon, pecahan genteng, batu karang kecil, arang batok kelapa.  Air saringan disedot dengan pompa air melewati kotak-kotak penyaringan air yang dibuat bersekat-sekat, yang dibuat dari talang plastik.  Airyang bersih setelah disaring di alirkan lagi ke tangki dan terus berputar.  Setiap hari air ikan di kolam digunakan sebagian untuk menyiram tanaman kebun/ dalam pot, kemudian ditambahkan air baru dari sumber air sumur/ ledeng. Dengan cara demikian, kualitas air bisa dijaga bagus dan ikannya menjadi sehat.

Setelah bibit ikan lele dimasukkan ke tangki, secara bertahap ikan diberi makan pelet.  Secara perlahan ikan diajarkan makan aneka daun/ sayur, nasi.  Setelah ikan bisa beradaptasi dengan makan makanan campuran, ikan bisa diberikan  makanan sisa dari limbah dapur.  Setelah ikan tumbuh menjadi besar, berumur 3-4 bulan,  ikan bisa dipanen.

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan