You are currently viewing Rencana Menjadi Berarti Apabila Dijalankan

Rencana Menjadi Berarti Apabila Dijalankan

Rencana artinya apa yang akan dikerjakan, berupa daftar kerja harian, mingguan, bulanan, tahunan, yang tertulis, diingat, atau diomongkan.  Rencana kerja itu penting, karena mustahil prestasi kerja dihasilkan tanpa rencana.  Mengerjakan satu rencana itu jauh lebih penting daripada merencanakan seribu rencana tanpa satupun yang dikerjakan.  Terlalu banyak orang sangat pintar dan rajin menyusun rencana, berupa program kerja, proposal, seminar, diskusi, rapat, dsb, yang menghasilkan seribu rencana.  Setelah beberapa tahun tak satupun rencana itu dikerjakan.  Artinya rencana yang tidak dikerjakan ibarat orang yang baru bangun pagi dari tidur setelah bermimpi indah, kemudian rebahan lagi mengingat-ingat mimpinya  tanpa satupun hal yang dikerjakan, sementara hari sudah menuju remang, dengan perut lapar dia melanjutkan mimpinya.  Begitulah ibaratnya orang yang berencana tanpa bekerja.

Rencana kerja ibarat peta perjalanan yang akan dilalui.  Tanpa rencana seseorang berjalan tanpa peta, bisa tersesat, bingung menemukan tujuan.  Rencana bisa berubah di tengah jalan, sesuai situasi dan kondisi.  Perubahan rencana yang sedang dilakukan di lapangan berarti perbaikan rencana, menjadi lebih cepat, efektif, efisien.  Orang yang pintar membuat rencana belum tentu pintar mengerjakan rencana.  Rencana kerja yang dikerjakan pun bisa menemui kegagalan.  Bagi mereka yang bekerja, justru kegagalan dapat memacu kreasi dan inovasi untuk mencapai tujuan.

Saya teringat dengan kalimat motivasi: “Do it now,”  kerjakan sekarang.  Artinya kalau anda memiliki ide bagus, rencana bagus, maka segera kerjakan sekarang, jangan tunggu nanti, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, tapi sekarang.  Kenapa harus sekarang?  Karena semakin ditunda suatu rencana, tubuh akan menjadi semakin malas, pikiran memiliki lebih banyak rencana yang membuat anda takut dan ragu.  Jika rencana itu dikerjakan sekarang, maka kemalasan, keraguan dan ketakutan akan segera menyingkir, dia takut dengan aksi nyata.  Saya menemui sangat banyak pemimpin yang memiliki pola pikir atau mindset yang sama atau serupa:  “Kerjakan sekarang.”  Salah satu cirinya adalah mereka tidak menunda dan selalu bertindak, melakukan apa yang direncanakannya sekarang.

Tinggalkan Balasan