You are currently viewing Perhatian MasyarakatTerhadap Obat Herbal Semakin Meningkat

Perhatian MasyarakatTerhadap Obat Herbal Semakin Meningkat

Perhatian masyarakat terhadap obat herbal meningkat akibat adanya pandemi Covid 19.  Pengetahuan masyarakat sangat cepat menyebar melalui internet, misalnya pencarian google tentang herb s/d 18 Oktober 2021 mencapai 823 juta, jamu mencapai 23 juta, jahe mencapai 16 juta, temulawak mencapai 4,8 juta, jamu covid mencapai 6 juta, herb covid mencapai 108 juta.  Data tersebut menunjukkan bahwa arus penyebaran informasi secara kuantitas sangatlah tinggi, masyarakat sangat membutuhkan dan ingin mengetahui lebih banyak tentang tanaman herbal, jenis dan khasiatnya, khususnya untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan menggunakan obat herbal/ tanaman herbal.

Secara turun temurun obat herbal dan tanaman herbal yang dikenal di Indonesia dengan nama jamu sudah diketahui khasiatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.  Penyembuhan penyakit dengan minum jamu dilakukan berdasarkan pengetahuan pengobatan tradisional kesukuan (etnofarmakologi), khususnya budaya minum jamu dilakukan untuk tujuan mencegah serangan penyakit, dengan cara meningkatkan stamina, menyegarkan dan menyehatkan badan sebelum sakit.  Usaha menyegarkan badan juga digabungkan dengan teknik pijat, kerok, istirahat dan makan makanan/ sayur-sayuran herbal dan bumbu-bumbu yang dihidangkan dalam sup sayur, daging atau ikan yang rasanya lezat dan menyehatkan.  Usaha preventif/ pencegahan penyakit dengan meningkatkan stamina dan kesehatan tubuh dalam bahasa ilmiahnya disebut meningkatkan imun tubuh.

Informasi tentang pengaruh herbal untuk meningkatkan imun tubuh di dalam dunia maya, internet, media sosial dan buku, hasil penelitian dan seminar sangat cepat dapat mengedukasi masyarakat.  Masyarakat mulai bergerak menggunakan herbal sebagai makanan suplemen kesehatan, sebagai minuman herbal, yang dikonsumsi secara segar atau dalam bentuk sediaan jamu.  Berbagai jenis tanaman herbal bisa ditanam langsung di kebun, pekarangan, pot, untuk dikonsumsi sendiri/ keluarga, atau mereka menanamnya secara komersil dalam skala yang lebih luas, karena pasarnya sudah terbuka lebar akibat pengetahuan masyarakat yang sudah meningkat.  Covid 19 memberikan efek percepatan informasi akan pentingnya mengkonsumsi herbal secara rutin untuk meningkatkan imun tubuh.  Khususnya generasi muda/ milenial yang sangat cepat dan adaptif terhadap informasi herbal di dunia internet dan media sosial.   Covid 19 mempercepat penyebaran informasi dan pendidikan melalui praktik langsung secara formal dan informal tentang pemanfaatan herbal kepada generasi muda dan mereka menjadi lebih cepat mengerti dan memahami kekayaan budaya jamu nusantara untuk pengobatan dan penyembuhan penyakit dengan menggunakan herbal.

Tinggalkan Balasan