You are currently viewing Masa Depan Pertanian Pasca Covid 19

Masa Depan Pertanian Pasca Covid 19

Oleh: Dr. Gede Ngurah Wididana

Memiliki waktu luang lebih banyak adalah fenomena pekerja yang dihadapi selama Covid 19.  Mereka bisa bekerja dari jarak jauh, dari rumah, bahkan dari desa atau daerah terpencil yang jauh dari kantornya dengan menggunakan fasilitas internet.  Waktu perjalanan dari rumah ke kantor pulang pergi setiap hari bisa dihemat.  Waktu tersebut bisa digunakan untuk menikmati hidup, dengan bangun lebih pagi, menikmati segarnya udara di pagi hari dan di sore hari mereka bisa melewatkan waktunya  bersama keluarga, berolah raga dan menyalurkan hobinya.  Salah satu hobi dan pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu tersebut, adalah melakukan aktivitas pertanian, seperti berkebun sayur, berkebun bunga dan tanaman herbal, beternak ayam/ unggas, beternak ikan konsumsi dan ikan hias.

Setelah pandemi Covid 19 diprediksi orang yang bekerja dari luar kantor, atau dari rumah/ dekat dengan rumah.  Aktivitas mereka terus berlanjut dengan bertani dalam skala hobi, menengah dan bisa berkembang menjadi bisnis.  Masyarakat merasa nyaman dengan memiliki sumber bahan makanan (telur, daging, ikan, sayur, herbal dan kacang-kacangan dari produk pertanian sendiri.  Tanah-tanah terlantar yang dulu kurang diperhatikan akan digunakan lebih maksimal dengan menggunakan pupuk organik dari limbah dapur, limbah kotoran ternak, bahkan dari kencing manusia yang dikumpulkan setiap malam untuk pupuk organik. Bisnis pemasaran dan distribusi produk pertanian dari petani bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi pemasaran.   Budidaya pertanian hidroponik dan pertanian vertikal dilakukan dalam lahan pertanian yang sempit, khususnya di perkotaan.

Setelah pandemi akan banyak ada toko-toko pertanian yang menjual berbagai jenis bibit, pupuk, pot, untuk kebutuhan produksi pertanian dalam skala kecil di perkotaan.  Masyarakat desa lebih menghargai lahan pertaniannya untuk dikelola sendiri agar menjadi lebih produktif.  Industri pengolahan makanan berkembang sesuai permintaan pasar.  Tempat-tempat kuliner dan kedai kopi organik dalam skala kecil berkembang untuk tempat refreshing masyarakat kota dan desa, juga bisa digunakan sebagai tempat bekerja jarak jauh.  Masyarakat menjadi lebih meyukai pertanian dan merasa sehat dan bangga akan hidupnya dengan melakukan aktivitas pertanian.  Kursus-kursus praktik pertanian diberikan secara gratis melalui media sosial.   Koperasi-koperasi dan kelompok-kelompok pertanian berdasarkan hobi dan spesialisasi ketertarikan akan produk pertanian tertentu lahir di dunia maya dan dunia nyata.  Mereka saling berinteraksi dan bertukar informasi untuk saling memperkaya pengalaman dan keilmuan pertanian mereka.

Tinggalkan Balasan