You are currently viewing Memaknai Ulang Tahun Pak Oles Group ke 25

Memaknai Ulang Tahun Pak Oles Group ke 25

Waktu berjalan lurus ke depan tidak berbalik arah.  Dia melaju tidak bisa berhenti, kita hanya bisa menoleh ke belakang untuk melihat catatan perjalanan, apa yang sudah dan belum dikerjakan, prestasi apa yang sudah dicapai, atau kegagalan apa yang pernah dilakukan, sebagai modal sejarah yang bisa dijadikan pelajaran, agar bisa menjadi guru untuk keberhasilan di masa depan, atau menjadi murid yang bodoh yang harus ditinggalkan.  Waktu juga bisa berputar seperti roda pedati, berulang datang dan pergi, setiap hari, minggu, bulan dan tahun bisa berulang, untuk melakukan hal yang sama, merupakan rutinitas yang bermakna atau tanpa makna, kadang bisa membuat hidup kita jenuh atau ada artinya, karena waktu adalah suatu dimensi hidup yang datang dan pergi tanpa permisi, tergantung kita yang memaknainya, apakah ada atau tidak ada artinya.

Dua puluh lima tahun Pak Oles Group melakukan hal yang sama setiap tahun, merayakan ulang tahunnya secara bersama dengan seluruh tim kerja, bukan sekedar berkumpul atau bersuka cita, tapi membangun kebersamaan, membangun visi dan misi, mewujudkan mimpi dalam segala suka dan duka.  Begitulah budaya perusahaan dibentuk, dengan pengulangan-pengulangan kerja, sehingga tumbuh rasa kebersamaan, menjadi suatu keluarga besar yang memiliki komitmen membangun usaha, yang kuat, tekun, rajin, semangat dalam bekerja, untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan yang selalu dinyanyikan bersama dalam lagu mars PT. Karya Pak Oles Tokcer setiap upacara pagi.

Dua puluh lima tahun bukan waktu yang sebentar, seperempat abad, umur satu generasi manusia untuk menjadi produktif, dari embryo sampai manusia berusia dewasa untuk bisa bereproduksi menghasilkan generasi baru.  Perusahaan yang didirikan 25 tahun yang lalu, sedang bersiap beralih generasi, karena umur pendiri dan karyawannya yang berangsur menua, mereka pensiun dan memberikan kesempatan generasi baru untuk melanjutkan visi perjuangan perusahaan, dengan menularkan dan melanjutkan budaya kerja keras, kreatif, produktif dan inovatif, agar bisa melanjutkan hidup perusahaan di tengah arena kompetisi dan globalisasi yang pasti dan keras, yang selalu siap mematikan mereka yang lemah dan tidak siap.

Jaman milenial menghasilkan generasi baru, generasi milenial, generasi Z dan generasi Alpha, untuk lima puluh tahun ke depan, dan generasi apalagi yang akan datang masih menjadi tanda tanya, dengan budaya mereka yang asing dan baru di luar nalar generasi sebelumnya. Untuk generasi milenial dan generasi Z masihlah bisa diprediksi budaya dan pola pikirnya, sehingga persiapan untuk melayani mereka dalam menyediakan produk, barang, jasa, informasi dan teknologi, masih bisa dibayangkan.  Sedangkan untuk kebutuhan generasi Alpha dan generasi selanjutnya, biarlah mereka yang lebih muda berpikir dan memikirkan, karena itu adalah urusan generasi baru yang melanjutkannya. 

Kreatif, inovatif, berani, cepat, lugas, sigap, adalah kata kunci untuk berhasil.  Apapun jamannya dan generasinya, petuah kuno untuk sukses masih relevan di setiap jaman.  Teknologi hanyalah alat, manusia menginginkan produk yang sama dari dahulu, ingin hidup sehat, damai, bahagia, aman dan tenteram, yang harus dilayani dengan produk, sesuai dengan iklim usaha yang ada di jamannya.  Oleh karena itu, pembangunan manusia sebagai penghasil, pengguna teknologi untuk menghasilkan produk barang dan jasa, haruslah tetap humanis, mengutamakan sisi kemanusiaan, lingkungan dan kedamaian jiwa.

Perjalanan usaha dua puluh lima tahun sangat banyak didapatkan pengalaman dan pelajaran untuk berusaha dan melayani masyarakat dengan produk-produk Pak Oles.  Kemajuan teknologi dan iklim milenial dijawab dengan strategi bisnis menembus milenial, dengan marketing kreatif dan digital, yang sangat cepat memberikan pelayanan, barang dan jasa kepada konsumen.  Pandemi Covid 19 mengajarkan generasi selanjutnya untuk lebih kreatif, inovatif, cepat dan juga murah, sebagai syarat utama untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa kepada masyarakat.  Bagi perusahaan yang tidak mampu memenuhi syarat tersebut, pastilah dilupakan dan mati ketinggalan jaman. Selamat berkarya generasi muda, jamanmu menantangmu, dan itu bisa kamu selesaikan hanya dengan caramu.  Jamanku tinggal cerita, sudah berlalu, tapi nasihatnya sama, kalian harus berani dan terus bekerja keras, agar kalian selamat melewati setiap jaman yang selalu berubah.        

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan